Merawat dan menjaga kesehatan gigi
juga akan berdampak positif bagi jantung. Itulah temuan terbaru dari
para peneliti Columbia University, di mana penelitian yang dilakukan
menunjukkan jika merawat kesehatan mulut termasuk gusi dan gigi diketahui juga dapat berdampak positif bagi kesehatan jantung.
Selain itu, mengunjungi dokter gigi secara rutin untuk memerika kondisi kesehatan gusi dan gigi juga memiliki dampak yang baik terhadap jantung.
Hubungan antara kesehatan gigi dan gusi terhadap kesehatan jantung
Penelitian yang dilakukan oleh Columbia’s Mailman School of Public
Health ini adalah yang pertama dalam menunjukkan terkait hal ini, yakni
jika kesehatan gusi baik, maka perkembangan aterosklerosis (pengerasan
arteri) akan melambat secara signifikan. Sebagai informasi,
aterosklerosis diketahui merupakan salah satu faktor utama yang dapat memicu penyakit jantung.
“Hasil ini penting karena aterosklerosis berkembang secara paralel
dengan kedua penyakit periodontal klinis dan bakteri di gusi,” kata
Mouse Desvarieux, MD, pemimpin penelitian. Ini adalah bukti bahwa
memodifikasi profil bakteri periodontal dapat berperan dalam mencegah
atau memperlambat kedua penyakit,” ujarnya. Temuan penelitian ini
dipublikasikan secara online dalam
Journal of American Heart Association.
Dalam penelitian ini, para peneliti melibatkan 420 warga Manhattan,
yang diperkiksa terkait dengan infeksi periodontal dan adanya
tanda-tanda aterosklerosis pada arteri karotid dengan menggunakan
ultrasound resolusi tinggi. Setelah tiga tahun, para peneliti menemukan
bahwa peningkatan kesehatan periodontal (kesehatan gusi) dan penurunan
proporsi bakteri spesifik terkait penyakit periodontal, berimbas baik terhadap peningkatan kondisi pembuluh darah.
“Hasil penelitian kami menunjukkan hubungan yang jelas antara apa
yang terjadi di mulut dan penebalan arteri karotid, bahkan sebelum
timbulnya penyakit periodontal secara utuh,” ujar seorang peneliti,
Panos N. Papapanou, profesor dari Dental Medicine di Columbia
Univerity’s College of Dental Medicine. “Ini menunjukkan bahwa penyakit
periodontal yang baru terjadi tidak boleh diabaikan.”
Bakteri di mulut dapat menyebabkan terjadinya aterosklerosis dengan
memicu respon imun dan penanda inflamasi dalam level yang tinggi, dimana
kedua hal tersebut dapat memulai ata bahkan memperburuk aspek
peradangan (inflamasi) aterosklerosis.