-Ads Here-
Disleksia merupakan sebuah kondisi ketidakmampuan
belajar yang dialami seseorang. Ketidakmampuan belajar tersebut
disebabkan kesulitannya untuk melakukan aktivitas membaca dan menulis.
Keterbatasan ini terbatas hanya pada dua aktivitas tersebut, namun tidak
mempengaruhi perkembangan kemampuan lainnya seperti kemampuan
menganalisa,
kecerdasan, dan daya sensorik pada indera perasa.
Salah Paham Mengenai disleksia
Disleksia seringkali disalahpahami. Sampai dengan tahun 1970-an dan
bahkan mungkin hingga sekarang, banyak anak-anak dianggap malas atau
‘lemot’ dikarenakan mereka sulit membaca atau menulis huruf dan angka.
Banyak nilai akademis anak-anak tersebut tidak bisa memuaskan orang
tuanya, padahal ada kemungkinan bahwa anak-anak tersebut sedang
berurusan dengan permasalahan disleksia.
Lensa ChromaGen – Alat Bantu Untuk Penderita Disleksia
Menurut sebuah artikel berita di Fox baru-baru ini, satu dari lima
anak mungkin mengalami kondisi ini. Fox melaporkan pada bentuk
pengobatan/perawatan baru yang tampaknya bekerja dengan baik untuk
penderita disleksia disebut
lensa ChromaGen. Kacamata ini sebelumnya digunakan untuk pengobatan orang dengan
buta warna namun ternyata juga memiliki pengaruh yang besar pada orang-orang dengan disleksia.
Perawatan ini dapat membantu pasien disleksia untuk melihat kata-kata
dan teks lebih jelas serta dapat membaca dengan lebih cepat. Pada awal
penggunaannya dalam mengobati buta warna,
lensa ChromaGen dapat
mengurangi distori visual yang dilihat oleh pasien disleksia dengan
mengubah panjang gelombang cahaya yang mencapai mata mereka. Namun
demikian, ‘terapi’ ini harganya cukup mahal.
Memahami Anak Yang Mengalami Disleksia
Disleksia adalah ketidakmampuan belajar tetapi tidak ada hubungannya
dengan kecerdasan atau kemauan untuk bekerja keras seseorang, dan juga
tidak ada hubungannya dengan penglihatan seseorang. Disleksia dianggap
masalah neurologis ketika otak
memproses apa yang dilihatnya berbeda dari seseorang yang tidak
mengalami kondisi ini. Sulit bagi orang disleksia untuk menerjemahkan
pikiran-pikirannya ke dalam huruf dan angka.
Mereka melihat huruf dan angka seperti menari dan melompat-lompat di
atas kertas atau layar. dan semuanya tampak campur aduk. Oleh karena
itu, membaca dan menulis sangat menantang untuk dipahami mereka. Di sisi
lain, orang yang kesulitan berbicara kemungkinannya mempunyai komponen
genetik terkait disleksia.
Secara garis besar, anak yang mengalami disleksia akan kesulitan dalam :
- Belajar untuk berbicara
- Membaca dan menulis
- Pengorganisasian menulis dan berbicara bahasa
- Belajar huruf dan suara mereka sendiri
- Mengeja
- Belajar bahasa asing
- Belajar angka
Memperlakukan Anak yang Mengalami Disleksia
Perawatan/pengobatan dapat meliputi pembelajaran secara berulang,
diberi waktu tambahan untuk menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) dan ujian
(tes), duduk di depan ketika berada di dalam kelas agar lebih konsentrasi dan menghindari adanya gangguan, serta menggunakan seluruh panca indera untuk belajar.
Apabila anda menduga anak anda mengalami disleksia, sebaiknya
konsultasikanlah kepada dokter, dokter anak, ataupun para profesional
terlatih yang sudah berpengalaman dalam permasalahan ini.
-Ads Here-