Apa sebenarnya hipertensi?
Tekanan darah yang melebihi 140/90 mmHg pada dua pemeriksaan berbeda dianggap sebagai hipertensi di Indonesia. Meskipun tekanan darah di atas 140/90 mmHg dianggap sebagai hipertensi, banyak orang masih bingung tentang seberapa berbahaya tensi tinggi. Anda dapat membantu mencegah komplikasi serius seperti stroke atau serangan jantung dengan mengetahui tingkat tensi Anda. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi kesehatan yang membahayakan nyawa. Gangguan ini bahkan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan kematian.
Tekanan darah adalah tekanan darah yang dihasilkan oleh aliran darah terhadap dinding arteri tubuh, yang merupakan pembuluh darah utama. Besar tekanan yang terjadi bergantung pada daya tahan pembuluh darah dan kekuatan jantung. Tekanan darah tinggi adalah hasil dari sempitnya pembuluh darah arteri dan peningkatan volume darah yang dipompa oleh jantung. Pemeriksaan rutin tekanan darah dapat membantu mengidentifikasi hipertensi. Semua orang dewasa harus melakukannya setiap tahun.
Tekanan darah diukur dalam milimeter air raksa (mmHg). Hasil investigasi akan dibagi menjadi dua angka, yaitu
Tekanan yang terjadi pada pembuluh darah saat jantung berdetak atau berkontraksi ditunjukkan oleh angka pertama, juga dikenal sebagai angka sistolik.
Angka kedua, juga dikenal sebagai angka diastolik, menunjukkan tekanan yang terjadi di dalam pembuluh darah saat jantung beristirahat di antara detaknya.
Jika tekanan darah sistolik seseorang lebih dari 140 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg, seseorang dikatakan mengalami hipertensi.
Faktor Penyebab Hipertensi
Hipertensi terbagi menjadi dua jenis: primer. Hipertensi disebabkan oleh faktor-faktor berikut:
1. Hipertensi tipe awal
Kebanyakan orang dewasa yang menderita hipertensi seringkali tidak memiliki penyebab yang jelas.
Penanganan tidak diberikan untuk hipertensi primer, yang biasanya meningkat secara bertahap selama bertahun-tahun.
Jenis Kedua: Hipertensi Sekunder
Beberapa orang memiliki tekanan darah tinggi sebagai kondisi kesehatan alami.
Hipertensi jenis ini biasanya muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah lebih tinggi daripada hipertensi primer.
Hipertensi sekunder dapat disebabkan oleh berbagai penyakit, termasuk:
Apnea tidur yang mengganggu (OSA).
masalah dengan ginjal
tumor yang terletak di kelenjar adrenal.
masalah dengan tiroid
cacat pada pembuluh darah
obat, seperti pil KB, obat flu, dekongestan, dan obat penghilang rasa sakit.
Obat adalah haram.
Faktor Risiko yang Meningkatkan Hipertensi
Memang, usia berkorelasi dengan faktor risiko hipertensi.
Hipertensi alami lebih umum pada orang tua.
Hipertensi juga dapat ditingkatkan oleh faktor risiko berikut:
mereka yang berusia di atas 65 tahun.
Sering mengonsumsi makanan bergaram tinggi.
Alami memiliki berat badan yang berlebihan atau obesitas.
Ada sejarah penyakit yang sama.
Mengurangi konsumsi buah dan sayuran.
Jarang berolahraga atau sangat tidak aktif.
Makan makanan atau minuman berkafein terlalu banyak
kebiasaan merokok.
Banyak orang minum alkohol.
Stres Stres dapat meningkatkan tekanan darah secara bertahap.
Alami kondisi kronis seperti diabetes, penyakit ginjal, atau sleep apnea.
Perlu diingat bahwa kehamilan juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.
Selain itu, anak-anak juga dapat mengalami gangguan ini, yang biasanya disebabkan oleh masalah ginjal atau jantung.
Gaya hidup yang tidak sehat hanya memperparah masalah ini. Selain itu, perhatikan delapan penyebab berikut yang dapat menyebabkan hipertensi di usia dua puluh tahun.
Namun, dengan mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan mengatur pola makan secara rutin, Anda dapat menurunkan atau bahkan mencegah risiko hipertensi.
Untuk tetap sehat, konsumsi air putih setiap hari dan berolahraga secara teratur.
Untuk tetap sehat, konsumsi suplemen atau vitamin juga.
Gejala-gejala hipertensi
Kementerian Kesehatan mengatakan hipertensi adalah sillet killer karena dapat menyerang setiap orang tanpa gejala.
Meskipun pengidapnya tidak menunjukkan gejala atau keluhan tertentu, mereka mungkin mengalami beberapa keluhan tidak spesifik, seperti:
Sangat sakit di kepala.
Miris.
masalah dengan penglihatan
Rasa nyeri di dada
Berdengung di telingaku.
Sesak napas
Aritmia otot
Gejala hipertensi yang berat dapat mencakup:
Kelaparan
makan dan muntah.
Bingung
Saya cemas.
Rasa nyeri di dada
Tremor pada otot
Urin Anda mengandung darah.
Segera lakukan pemeriksaan atau hubungi dokter Anda.
Terapi Hipertensi
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan meminta riwayat medis.
Setelah itu, dokter mengukur tekanan darah dengan alat pengukur tekanan.
Hasil tes tekanan darah terbagi menjadi empat kategori umum:
Tekanan darah di bawah 120/80 mmHg dianggap normal.
Tekanan sistolik 120–139 mmHg dan tekanan darah diastolik 80–89 mmHg dikenal sebagai prahipertensi. Prahipertensi cenderung memburuk secara bertahap.
Tekanan sistolik 140–159 mmHg atau tekanan diastolik 90–99 mm Hg adalah tanda hipertensi tahap 1.
Hipertensi tahap dua dianggap lebih parah. Tekanan sistolik 160 mmHg atau lebih tinggi atau tekanan diastolik 100 mmHg atau lebih tinggi adalah tanda hipertensi tahap 2.
Serangan hipertensi Hasil pengukuran tekanan darah melebihi 180/120 mmHg. Ini termasuk kondisi darurat yang membutuhkan perawatan medis segera. Apabila hasil pengukuran tekanan darah di rumah menghasilkan hasil ini, tunggu lima menit dan lakukan pengukuran lagi. Ada baiknya segera melakukan pemeriksaan di rumah sakit jika Anda mengalami gejala hipertensi.
Jika hasilnya masih tidak jelas, dokter biasanya akan melakukan beberapa pemeriksaan tambahan untuk memastikan diagnosis.
Metodenya dapat dilakukan melalui:
Monitoring rawat jalan Tujuannya adalah untuk melakukan pengujian tekanan darah secara teratur selama enam hingga dua puluh empat jam.
Tes kolesterol. untuk memeriksa penyakit yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi.
Tes glukosa darah. Tujuannya adalah untuk mengetahui resistensi insulin, yang dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan menyebabkan hipertensi.
pemeriksaan elektrokardiogram (EKG). Metodenya adalah dengan mengukur aktivitas listrik jantung untuk menentukan kecepatan atau lambatnya detak jantung.
Elektrokardiogram Dengan bantuan gelombang suara, pemeriksaan non-invasif ini menghasilkan gambaran rinci tentang detak jantung. Ini menunjukkan cara darah melalui katup jantung dan jantung.
pemeriksaan untuk mengevaluasi fungsi tiroid. Tujuannya adalah untuk menilai fungsi kelenjar tiroid, yang berdampak pada tekanan darah.
Periksa urine Fungsinya adalah untuk menemukan protein, darah, atau bahan lain yang dapat menunjukkan hipertensi, termasuk kerusakan ginjal.
Terapi untuk Hipertensi
Obat harus digunakan seumur hidup untuk mengontrol tekanan darah bagi beberapa pasien hipertensi.
Jika sudah terkendali, Anda dapat berhenti mengonsumsi obat atau menurunkan dosisnya.
Dua langkah utama dalam pengobatan hipertensi adalah:
1. Mengubah gaya hidup
Untuk meningkatkan peluang kesembuhan Anda, Anda harus mengikuti beberapa kebiasaan hidup. Ada di antaranya:
Pertahankan berat badan Anda dalam batas sehat.
Mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi.
Konsumsi makanan yang sehat dengan jumlah gizi yang seimbang dan rendah garam.
Mengurangi jumlah minuman beralkohol yang Anda minum.
Secara teratur, berolahraga dengan intensitas rendah.
Melakukan aktivitas yang kamu sukai adalah cara untuk mengelola stres dengan baik.
mengambil obat darah tinggi secara teratur.
Batasi asupan kafein Anda, terutama kopi.
Anda harus memantau tekanan darah Anda di rumah dan melakukan pemeriksaan rutin.
Berat badan juga penting bagi pasien hipertensi. alasan, kelebihan berat badan bisa memicu hipertensi
2. Konsumsi Obat
Dokter biasanya memberikan obat berikut kepada orang yang menderita hipertensi:
Obat yang digunakan untuk mengeluarkan garam dan cairan yang berlebihan dari tubuh melalui urine. Akibatnya, mereka yang menderita hipertensi rentan terhadap kadar garam yang tinggi dalam tubuh mereka.
obat yang bertujuan untuk melebarkan pembuluh darahdan mengurangi tekanan darah Perlu diketahui bahwa individu yang menderita hipertensi lebih rentan mengalami sumbatan pembuluh darah.
Obat yang melebarkan pembuluh darah dan mengurangi detak jantung.
obat penurun tekanan darah yang merelaksasi dinding pembuluh darah.
Obat penghambat renin mencegah enzim yang menaikkan tekanan darah bekerja. Tekanan darah akan meningkat secara tidak terkendali jika renin berlebihan.
Furosemide adalah salah satu obat hipertensi yang dapat diresepkan oleh dokter.
Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan Dokter ini sebelum mengambil Furosemide.
Pengobatan hipertensi juga dapat mencakup penggunaan terapi relaksasi.
Misalnya, melakukan terapi meditasi atau berolahraga seperti yoga.
Namun, pengobatan hipertensi tanpa perubahan gaya hidup tidak akan berhasil.
Menjaga pola makan yang sehat, berolahraga secara teratur, adalah salah satu contohnya.
Pilihan Dokter yang Paham Perawatan Darah Tinggi ini dapat membantu Anda mengatasi hipertensi dengan lebih jelas.
Rekomendasi Medis untuk Tekanan Darah Tinggi
Anda dapat mengobati hipertensi atau tekanan darah tinggi dengan beberapa obat berikut:
Tensiphar, 10 tablet berdosis 5 mg. Mengandung lisinopril, obat ini membantu mengobati angina pectoris, hipertensi, gagal jantung kongestif, dan infark miokard akut.
10 Tablet Clonidine 0.15 mg Merupakan obat yang dapat membantu mengatasi hipertensi, mengurangi efek kanker yang parah, dan mengobati dismenore yang parah.
10 tablet B-Beta 5 mg. Mengandung zat aktif Bisoprolol, yang memiliki kemampuan untuk menurunkan tekanan darah dan menurunkan kecepatan denyut jantung.
Amlodipine 5 mg 3 Strip (10 Tablet/Strip) adalah obat oral yang biasa digunakan. Sangat efektif sebagai pilihan pertama untuk pengobatan hipertensi dan pengontrol tekanan darah pada sebagian besar pasien.
Tablet Candesartan 8 mg berisi 10 tablet. Obat antihipertensi bekerja dengan melebarkan pembuluh darah sehingga tekanan darah turun dan aliran darah lancar.
10 Tablet Bisoprolol 2.5 mg merupakan obat yang efektif untuk mengobati angina, gagal jantung kronik, dan hipertensi.
Faktor Risiko Hipertensi
Hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti:
Penyakit pada jantung
Stroke
Gagal dalam ginjal
Kehilangan kemampuan untuk melihat
Disfungsi seksual pada wanita
Penyakit yang menyerang arteri perifer
Prevensi Hipertensi
Untuk mencegah hipertensi, Anda dapat melakukan beberapa hal berikut:
mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi tinggi, seperti buah dan sayuran.
Mengurangi jumlah garam yang Anda konsumsi setiap hari menjadi kurang dari 5 gram.
Kurangi jumlah kafein yang terlalu banyak.
Jangan merokok.
Sering berolahraga.
Menjaga berat badan yang sehat.
Mengurangi jumlah minuman beralkohol yang dikonsumsi.
Mengurangi asupan makanan yang mengandung banyak lemak jenuh.
mengurangi atau menghilangkan lemak trans dari diet.
Hasil
Hipertensi adalah penyakit yang membutuhkan perawatan medis segera.
Setiap orang dapat mengendalikan tekanan darah dan mengurangi risiko komplikasi dengan memahami penyebab, gejala, dan opsi pengobatan yang tersedia.
Selalu lakukan pemeriksaan tekanan darah dan konsultasikan dengan dokter penyakit dalam untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
-Ads Here-